Header Banner Made with MyBannerMaker.com! Click here to make your own!
CRYPTORY CRYPTORY

Translate

PENGANTAR BLOG

Kalau kita mencermati dunia sekarang, maka perubahan itu bukanlah hal yang aneh. Dunia berubah dalam hal mencari uang. Cara mencari uang dengan adanya internet berubah dengan sangat cepat dan bahkan semakin mudah dirasakan.

Sebagai contoh, seseorang yang ingin mendapatkan uang $1 milyar usd

ü Bagi Henry Ford seorang Pemilik dan Pengusaha mobil, membutuhkan waktu kurang lebih 25 tahun untuk mengumpulkan kekayaan itu.

ü Bagi Bill Gates cukup membutuhkan waktu 12 tahun untuk $1 milyar usd.

ü Lain lagi Jeff Bezoz, dengan Amazon.com , dia menghabiskan waktu untuk dapat usd $1 milyar Cuma dalam 3 tahun.

Di balik kisah sukses tadi, mungkin anda ingat Mark Zuchenberg , di saat berumur 19 tahun dengan Facebook.com akhirnya dia bisa pensiun dalam umur 23 tahun dengan meraup kekayaan sebesar usd $ 1,5 milyar . Hebat bukan? Melalui internet seseorang bisa menjadi kaya, asal digeluti dengan tekun dan tanpa kenal lelah dan bersedia untuk bangkit selalu walaupun selalu gagal.

Siapkah anda mengikuti jejak mereka yang berhasil sebelumnya di dunia internet?

Semoga.

Apa yang perlu anda tahu tentang kanker?




 

Mungkin banyak Orang bertanya apa benar sekarang penyakit kanker lebih banyak dibandingkan dengan zaman dulu? Apakah Benar sekarang semakin gampang sekali orang terserang kanker?  Dapatkah sekarang ini kanker kita cegah? Marilah kita membahas Semua seluk beluk tentang kanker  di bawah ini.
1. Membedakan  kanker dengan tumor.
Kita mungkin saja  tahu walaupun sedikit tentang kedua hal ini. Tumor dan kanker memang benar adalah  pertumbuhan abnormal dari sel tubuh. Yang perlu kita tahu adalah perbedaannya.  Bedanya Cuma sedikit saja, pertumbuhan tumor lebih jinak dibanding kanker. Dalam penelitian para pakar dibidang ini menyimpulkan bahwa bertambah banyaknya sel tumor terbatas saja, oleh karena itu tidak mengganggu sel-sel di sekitarnya.  makanya tumor itu disebut pertumbuhan jinak.

Sebaliknya kanker itu disebut tumor ganas. Mengapa disebut ganas?  Karena pertumbuhan selnya abnormal dalam sifat dan jumlahnya, sehingga kanker mengganggu dan merusak sel-sel jaringan di sekitarnya. Dalam analisa lebih jauh pada stadium lanjut, sel-sel kanker kemudian menyebar ke mana-mana di bagian organ tubuh, dalam bahasa medis kita menyebutnya metastasis. Kalau  tumor tentunya tidak demikian.
Setiap manusia memiliki organ tubuh yang sama.  Tetapi setiap organ tubuh memiliki sel yang berbeda-beda. Dan setiap jenis sel tubuh dapat berubah sifat tabiatnya menjadi sel kanker. Ia tidak patuh lagi pada perintah. Sel normal yang membelah-belah diri mengikuti aturan dan program. Jika berubah sifat menjadi sel kanker, mendadak sel menyimpang dari aturan. Selain berubah tabiat, sel berbiak puluhan sampai ratusan kali lipat sel normal.
Oleh karenanya, setiap jenis sel tubuh bisa berubah sifat menjadi sel kanker, maka jenis kanker pun sebanyak ragam sel tubuh, sesuai organ yang mengalaminya. Ada belasan jenis kanker yang kita kenal. Setiap jenis kanker pada suatu organ memiliki jenis-jenisnya sendiri-sendiri lagi. Kanker darah misalnya, bukan hanya satu jenis saja.
Yang menjadi pertanyaan mengapa sel tubuh yang semula normal berubah sifat menjadi abnormal? Itulah yang menjawab apa saja sebagai penyebab kanker. Inilah maksudnya, dengan mengetahui penyebab kanker, kita masih mungkin untuk mencegahnya.
2. Mengapa seseorang terkena serangan kanker?
Penyebab kanker itu banyak faktornya, untuk itu kita tidak mudah melacak penyebab setiap kasus kanker. Kita perlu tahu faktor-faktor risiko itu mulai dari gen, diet, virus, polusi lingkungan, sistem kekebalan tubuh, sampai usia lanjut.
Ambil saja contohnyaRokok,  memang benar salah satu faktor risiko (behaviour risk) bisa terserang kanker paru-paru. Kenyataannya tidak setiap perokok tentu bakal terserang kanker paru-paru. Ada faktor lain yang mendukung apakah kanker paru-paru pada seseorang akan muncul atau tidak. Jadi dengan demikian, ini bukan menjadi berarti untuk mencegah kanker paru-paru rokok tidak perlu dijauhi.
Banyak pula orang yang secara genetic dari awalnya berbakat kanker yang diwarisi dari orang tua, tapi itu kan belum tentu kankernya muncul jika faktor pencetusnya (presipitasi) tidak bekerja pada dirinya. Faktor pencetus di sini kita kenal dalam bahasa kerennya sebagai faktor carrinogenic.
Faktor gen sebagai faktor risiko kanker tak mungkin kita elakkan. Begitu pula dengan bertambahnya umur. Namun, dalam upaya pencegahan kanker, kita masih mungkin meningkatkan kekebalan tubuh, menghindar dari pelbagai carcinogen yang mengancam dalam diet, serangan virus tertentu, polusi udara, kegemukan, dan tembakau sendiri.
3. Apa bisa kanker dicegah?
Sekarang ini dalam analisa kesehatan semakin banyak gen kanker ditemukan. Contohnya adalah Gen kanker payudara (BRCA). Kita tadi sudah bahas bahwa orang dengan gen kanker berarti sudah menyimpan bakat bakal terkena kanker tertentu, jadi selanjutnya tinggal menunggu apa faktor pendukungnya, yaitu bahan carcinogen juga bekerja pada tubuhnya. Jika ada, berarti cuma soal waktu saja, kanker akan muncul.
Masalahnya oleh karena kita tidak tahu, kita tidak sadar kalau tubuh kita membawa faktor gen kanker itu. Kita hanya tahu bahwa gen kanker juga diwariskan. Jika orang tua pernah kanker, kita hanya menduga kemungkinan warisan gen kanker ada pada badan kita. Dan itu baru menduga oleh karena tidak semua anak dari orang tua yang kanker tentu mewarisinya. Ada yang mewarisi, ada pula yang tidak.
Bagi yang memiliki orang tua kanker, perlu lebih waspada terhadap semua jenis bahan carcinogen, dari mana pun asalnya. Faktor carcinogen yang paling kuat banyak berasal dari makanan (diet). Erat korelasi diet dengan munculnya kanker.
4. Hubungan Diet dan kanker
Coba kita perhatikanMenu harian kita,  ada yang baik, yaitu kelompok menu yang justru melindungi tubuh kita dari ancaman kanker, menu jenis ini yang harus ditingkatkan dalam menu harian, seperti buah, sayur, ikan, serat, minyak ikan laut, vitamin A, C, E, dan D. Sedangkan jenis menu berlemak tinggi, daging-dagingan, dan alkohol justru memperbesar risiko kita terserang kanker.
Kalau diamati, baik yang menunya kecukupan dan berlimpah, maupun yang menunya sederhana sekarang sama-sama memikul risiko terancam kanker. Menu kaya lemak, kaya daging, dan yang serba lezat, sehingga menjadikan tubuh yang gemuk-gemuk, menyimpan risiko kanker.
Begitu juga yang menunya ikan asin, saus tomat murah, berbumbu penyedap berlebihan, atau rumah dengan atap asbes. Diyakini bahwa tubuh yang gemuk menyimpan risiko terkena kanker payudara, prostat, dan usus besar, lebih tinggi dibanding yang tidak gemuk.
Ikan asin, menu harian rakyat kecil mengandung zat nitrosamine, salah satu zat carcinogenic, sebagaimana juga zat pewarna dalam saus tomat, jajanan dan penganan murah, bumbu penyedap asam glutamat (micin) yang dikonsumsi berlebih untuk waktu lama, demikian pula dengan bahan pengawet, pemanis buatan, serta bahan additive lain.
Jenis makanan, penganan, dan bumbu yang murah yang dikonsumsi rakyat kecil justru mengandung bahan carcinogen. Belum carcinogenic lain dalam polusi udara, gelombang elektromagnetik semua peralatan elektronik di rumah maupun kantor, medan listrik bertegangan tinggi, dan radiasi monitor komputer, antena telepon genggam. Terpapar lama oleh faktor-faktor maya tersebut menambah beban tubuh memikul cemaran carcinogenic di lingkungan hidup kesehariannya.
Buat rakyat kecil racun aflatoxin dalam kacang busuk, tembakau, umbi, kecambah, berisiko mencetuskan kanker hati. Orang kecukupan yang cuma makan daging kurang serat, cenderung kanker usus. Nitrat tinggi dalam air minum yang dikonsumsi orang papa menambah risiko kena kanker kandung kemih, termasuk cemaran pupuk, pestisida, herbisida di kalangan petani, dan penduduk desa.
Orang kecukupan memilih ikan asap, daging asap, daging bakar barbeque, juga memikul risiko kanker lebih besar akibat cemaran zat polycyclichydrocarbon yang berasal dari proses pengasapan. Risiko kanker orang papa semakin bertambah akibat sering mengonsumsi minyak goreng jelantah dari jajanan gorengan, dari warung nasi, dan nasi bungkus murah, atau dari tahu murah yang diberi pengawet formalin, zat warna tekstil, pemanis sacharine, atau makanan yang serba asin. Menu asin bukan cuma bikin darah tinggi naik, melainkan pencetus kanker juga, termasuk acar. Kanker usus penduduk Jepang yang doyan acar, lebih tinggi dibanding penduduk yang tidak sering makan acar.
Peranan menu harian dalam mencegah kanker amatlah besar. Sekitar 35 persen kanker di Amerika dapat dicegah dengan menata ulang menu harian. Angka kanker menurun jika diet lebih memilih jenis makanan yang aman, menjauhi jenis menu yang jahat, dan memperbanyak menu yang menyehatkan (gerakan back to nature, salah satunya).
4. Bagaimana dengan Perilaku seks dan kanker.
Memang sudah diteliti beberapa virus terbukti menjadi pencetus kanker juga. Wanita yang sering berganti-ganti pasangan seks cenderung kena kanker leher rahim. Dengan berganti-ganti pasangan, risiko tertular virus lebih besar dibanding yang hanya dengan pasangan tunggal. Virus Epstein-Barr, virus papilloma, untuk menyebut virus yang ditularkan lewat hubungan seks.
Selain itu serangan virus-virus jenis lain, termasuk virus AIDS, cenderung memperlemah tubuh. Daya tahan tubuh menurun mempermudah masuknya virus lain, yang akan semakin melemahkan sistem kekebalan tubuh.
5. Kanker dan sistem kekebalan tubuh yang menurun.
Kekebalan tubuh menurun merupakan salah satu faktor risiko terserang kanker juga. Dengan bertambahnya usia, kekebalan tubuh cenderung akan terus menurun. Jenis kanker yang banyak menyerang usia lanjut, diterangkan oleh semakin melemahnya kekebalan tubuh.
Kekebalan tubuh pada umumnya menurun jika hidup kurang tertib. Jika irama hidup tidak teratur, pola makan kacau dan gizi tak memadai, dalam bekerja tak punya pola jeda, waktu tidur tak tentu, dan badan tidak cukup bergerak, kesemuanya itu cenderung melemahkan kondisi tubuh.
Jika kondisi tubuh melemah, virus mudah menyerang. Serangan virus sendiri menambah lemah ketahanan tubuh. Pada kondisi demikian, virus-virus sebagai pembawa risiko kanker ikut menyerang.
Sistem kekebalan juga berkorelasi dengan kondisi jiwa. Pikiran positif, jiwa yang kuat, dan iman yang teguh meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penyembuhan dalam doa, misalnya, bekerja dengan cara meningkatkan sistem imun tubuh. Sel-sel kekebalan (lymphocytes, sel-B dan sel-T) tubuh maupun cairan kekebalan (immuno-globulin) meningkat jika kita berpikiran positif, optimistis, dan malah jadi menurun jika kita pesimistis, kehilangan pegangan, tak yakin Tuhan menolong.
Faktor stres ikut menurunkan sistem kekebalan tubuh juga. Maka, stres perlu dikendurkan jika takut terserang kanker. Perlu hidup lebih enjoy, lebih menerima, dan bisa mensyukuri hidup kendati hanya sebagai orang biasa.
7. Hubungan antara cahaya matahari dan kanker.
Buat kita di Indonesia cahaya matahari barang murah yang pada satu sisi menyehatkan sebab membantu pembentukan vitamin D, memperkuat tulang, namun di sisi lain merupakan faktor pencetus kanker kulit. Maka, tidak sehat kebiasaan berjemur untuk tujuan menambah kelam warna kulit seperti kebiasaan orang bule, jika dilakukan setelah sinar ultramerah mulai meninggi.
Yang kita butuhkan dari matahari sinar ultravioletnya, yang bisa kita manfaatkan sebelum pukul 10-an pagi. Lewat jam itu, berisiko mencetuskan kanker kulit, kanker yang banyak menyerang kulit wajah.
8. Kanker dan hormon.
Sudah lama diduga hormon seks memegang peranan penting dalam kemunculan kanker kandungan pada wanita. Jenis tumor rahim tertentu berkaitan erat dengan hadirnya hormon estrogenik. Setelah menopause , ketika hormon sudah surut, tumor akan mereda sendirinya. Bukti bahwa hormon ikut andil dalam tumbuhnya sel abnormal organ reproduksi.
Dalam hal sulih hormon (Hormon Replacement Therapy) masih tetap kontroversi. Selain ada yang menentang, ada pula yang menganjurkan karena dinilai masih aman. Namun, secara akal sehat, jika sel organ reproduksi kerjanya dipengaruhi oleh hormon seks, pemberian hormon dari luar tubuh (yang belum tentu pas takarannya dengan kebutuhan sel), bisa saja berpengaruh buruk, yaitu merangsang sel yang dipengaruhinya untuk berubah tabiat. Ada pihak yang menganjurkan seberapa bisa, sulih hormon pun dipertimbangkan tidak jika masih ada pilihan lain.
Pemberian hormon testosteron pada pria, misalnya tidak diperbolehkan jika ada gangguan prostat. Maka, pemakaian hormon lelaki sebagai obat kuat pun hendaknya diwaspadai betul. Dan sekarang hormon laki-laki juga dimanfaatkan untuk tujuan peremajaan sel (rejuvenalisasi), dan banyak suplemen yang diam-diam memasukkan hormon untuk tujuan dan khasiat yang tidak selalu jelas, dan tidak aman secara medis.
9. Bisakah semua kanker dapat disembuhkan?
Umumnya semua kanker masih bisa disembuhkan asal diobati selagi masih dini. Namun, sering kali kanker baru diketahui, atau baru disadari setelah memasuki stadium lanjut, pada waktu gejalanya sudah nyata muncul. Itu sebab, perlu senantiasa check up teratur, terutama bagi yang menyimpan faktor risiko mewarisi keturunan kanker, mereka yang sudah berusia lanjut, dan sering terpapar faktor carcinogic untuk waktu lama, seperti perokok, terpapar radiasi (bekerja di kamar rontgen, petugas di lingkungan nuklir), dan siapa saja yang menu lemaknya berlimpah, dan kegemukan.
Untuk kanker payudara dan leher rahim dapat memonitor dengan melakukan pemeriksaan rutin berkala setahun sekali. Semakin dini awal suatu kanker diketahui, semakin besar harapan untuk sembuh. Jika kanker sudah lanjut, selain tidak bisa disembuhkan, sel kanker sudah menyebar ke mana-mana organ tubuh lain, memperberat penderitaan, dan komplikasi.
10. Ekstra vitamin dan antioksidan.
Kita tahu radikal bebas (free radicals) salah satu faktor yang mendukung terjadinya kanker. Radikal bebas ada di mana-mana dalam hidup keseharian kita, termasuk dalam menu, polusi udara, air minum, sehingga tidak mudah kita berkelit dari semua itu.
Yang bisa kita lakukan meningkatkan faktor peredam radikal bebas atau zat antioksidan (antioxidant). Kita tahu vitamin A (carotene), vitamin C, dan vitamin E, bersifat antioksidan juga. Semua itu ada dalam makanan yang berasal dari alam.
Jika kita bisa mengandalkan kecukupan antioksidan dari alam, tak perlu ekstra tambahan vitamin yang bersifat antioksidan itu. Wortel, buah dan sayuran segar, biji anggur, jeruk, dan semua jenis umbi-umbian, biji-bijian, kacang-kacangan, serta jenis lalapan mentah, kaya akan vitamin, mineral, chlorophil, dan antioksidan.
Jika menu kaya antioksidan kita ragu bisa terpenuhi dari menu harian, kita menambahkannya dari esktra vitamin, dan sumber antioksidan lainnya, yang banyak dijual sebagai suplemen, asal jelas formula, dan disahkan pemakaiannya oleh badan pengawasan obat internasional, setidaknya diakui lokal oleh Departemen Kesehatan.
Source : dari berbagai sumber


Tidak ada komentar:

The Most Popular Traffic Exchange